Primbon jawa lengkap rejeki DAN PERNIKAHAN

Primbon jawa lengkap rejeki DAN PERNIKAHAN

PRIMBON JAWA LENGKAP REJEKI DAN PERNIKAHAN

Primbon jawa lengkap rejeki Menghitung primbon Jawa jodoh sampai sekarang masih sering dilakukan oleh para masyarakat Jawa untuk menentukan jodoh yang terbaik. Salah satunya yaitu dengan menghitungnya dari nilai hari kelahiran kedua calon mempelai pria dan wanita.

Primbon jawa lengkap rejeki adalah refleksi dari kepribadian bangsa dan perwujudan dari jiwa bangsa selama berabad-abad. Dalam hal ini, Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai nuansa adat Sabang Merauke. hukum adat di Indonesia lahir dan dipelihara oleh keputusan masyarakat sebelumnya yang turun-temurun dan menjadi kebiasaan untuk masyarakat adat tertentu, kebanyakan orang memahami bahwa hukum adat adalah hukum yang telah berakar. Namun pada intinya hukum adat tidak bisa diterapkan sebagai positif bagi seluruh daerah di Indonesia, karena cerita dan teritorial dari masing-masing daerah di Indonesia memiliki budaya Aborigin yang berbeda.

Salah satu sistem hukum adat yang masih dipegang oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah Jawa asli oleh Jawa. Dalam era modernisasi ini sulit untuk percaya bahwa hukum adat masih berlaku, namun bagi sebagian orang hukum jawa atau aturan adat Kejawen selalu percaya dan dilakukan pada peluncuran berbagai kegiatan. Jawa percaya bahwa ada hari-hari yang baik untuk menyelesaikan atau memulai kegiatan, bukan hanya hari yang dipilih untuk melaksanakan. Sulit untuk percaya jika diadakan keyakinan Jawa mengatakan bahwa jika tidak sesuai dengan perhitungan kalender Jawa atau tidak memenuhi kondisi yang dibutuhkan untuk melaksanakan awal, orang itu akan menguntungkan. masyarakat adat Kejawen itu tidak memisahkan Jawa hal-hal mistis yang sulit untuk percaya pada saat itu, namun ternyata masih terjadi di masyarakat pada umumnya.

Dalam kemajuan hukum adat tidak hanya mengatur perkawinan, bisnis, atau acara besar lainnya. Kejawen adat mengatur juga bahwa semua manusia, aturan yang ada di custom Jawa memiliki filosofi dan cara yang sangat, sangat dalam. Semua orang telah memahami apa yang terkandung ritual dilakukan, beberapa Java hanya membuat dan melaksanakan istilah atau ritual tanpa memahami makna yang lebih dalam karena diyakini bahwa sebagai syarat untuk keselamatan dan kesenangan Allah SWT -Powerful.

Jawa komersial memiliki harapan tertentu untuk mencapai keberhasilan atau dipengaruhi oleh nasib baik, sehingga makanan yang mudah. Petungan yaitu sebagai berikut: Dalam sastra Jawa, ada cara yang berbeda dan keyakinan ditularkan melalui generasi ke orang yang akan menganggap kegiatan atau perdagangan. Untuk memulai sebuah perusahaan perdagangan Jawa harus memilih hari baik, diyakini bahwa itu adalah dari baik perjalanan usahapun hari akan menghasilkan hasil yang maksimal, menghindari kegagalan.

Menurut para ahli, abdi dalem ilmu Jawa Karaton Surakarta, Ki KRM TB MP Djoko Hamidjoyo BA yang didasarkan pada realitas supernatural, kegagalan manusia menghadapi dalam bisnis perlu dipertimbangkan. prediksi horoskop setelah catatan, meskipun tidak cukup percaya. Menurut Jawi Tafsir, dina pitu setiap berjalan lima hari pasar dan karakter yang baik. Jika hari dan pasar secara keseluruhan, tidak secara otomatis menghasilkan karakter yang baik. Demikian pula, di beberapa daerah, mangsa, dan tahun harimau, setiap orang memiliki karakter yang baik atau hari yang bertepatan dengan pasar tertentu.

Dina boneka Becik (mencari hari yang baik) untuk memulai bisnis Anda sendiri adalah mencari dasarnya campuran hari, pasar, tahun harimau dan mangsanya yang menghasilkan karakter pemersatu yang baik. Misalnya, hari rebo legi tahun Jimakir mangsa harimau Kasanga adi merupakan penyatuan unsur waktu tanpa baik hal tujuan.
Setiap pekerjaan akan dikelola sesuai dengan alam, jika dilakukan dalam waktu untuk kondisi netral dari polusi dan sukerta sengkala. Pria itu mengambil kesempatan oleh Allah untuk mengatasi sukerta beriktiar dan sengkala dengan wiradat.

Seumpama dengan ruwatan atau dengan ajian rajah kalacakra, sehingga kejadian buruk tak akan terjadi.
Tak hanya dalam memulai usaha, adat jawa juga memegang perihal tata cara dan syarat- syarat untuk pindah rumah, salah satunya yakni dengan memilih hari dan wetonya. Hal ini dipercayai akan membawa peruntungan yang lebih baik. Berikut ini yakni tata cara penanggalan jawa untuk pindah:

ü Diamati dari pemilihan hari:
Senin = 4 PON = 7
Selasa = 3 WAGE = 4
Rabu = 7 KLIWON = 8
Kamis = 8 LEGI = 5
Jumat = 6 PAHING = 9
Sabtu = 9
Pekan = 5
untuk Diperhitungakan yakni Bulan Jawa, yakni :

  1. Bulan Sura = tak baik
  2. Bulan Sapar = tak baik
  3. Bulan Mulud (Rabingulawal) = tak baik
  4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) = baik
  5. Bulan Jumadilawal = tak baik
  6. Bulan Jumadilakir = kurang baik
  7. Bulan Rejeb = tak baik
  8. Bulan Ruwah (Sakban) = baik
  9. Bulan Pasa (Ramelan) = tak baik
  10. Bulan Sawal = amat tak baik
  11. Bulan Dulkaidah = cukup baik
  12. Besar = amat baik

Berdasarkan perhitungan diatas, bulan yg baik yakni : Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.

Langkah berikutnya yakni menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri.

*Suami = 29 Agustus 1973
– Rabu = 7
– Kliwon = 8
– Neptu (Total) = 15
*Istri = 21 Desember 1976
– Selasa = 3
– Kliwon = 8
– Neptu (Total) = 11

Jumlah Neptu Suami + Istri = 15 + 11 = 36

ü Langkah ketiga, menghitung Pancasuda.

Jumlah ((Neptu suami + Neptu Istri + Hari Pindahan/Pendirian Rumah) : 5). Sekiranya selisihnya 3, 2, atau 1 itu amat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.

PANCASUDA :

  1. Sri = Rejeki Melimpah
  2. Lungguh = Mendapatkan Derajat
  3. Gedhong = Kaya Harta Benda
  4. Lara = Sakit-Sakitan
  5. Pati = Mati dalam arti Luas

Lalu mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yakni (selasa (3) + wage (4) = 7), hingga hingga jumlah yang paling besar yakni (Sabtu (9) + Pahing (9) = 18.

7 + 36 = 43 : 5 sisa 3 = Cukup Bagus
8 + 36 = 44 : 5 sisa 4 = Tak Bagus
9 + 36 = 45 : 5 sisa 5 (yg habis dibagi 5 dianggap sisa 5) = Jelek Sekali
10 + 36 = 46 : 5 sisa 1 = Bagus Sekali
11 + 36 = 47 : 5 sisa 2 = Bagus
12 + 36 = 48 : 5 sisa 3 = Cukup Bagus
13 + 36 = 49 : 5 sisa 4 = Tak Bagus
14 + 36 = 50 : 5 sisa 5 = Jelek Sekali
15 + 36 = 51 : 5 sisa 1 = Bagus Sekali
16 + 36 = 52 : 5 sisa 2 = Bagus
17 + 36 = 53 : 5 sisa 3 = Cukup Bagus
18 + 36 = 54 : 5 sisa 4 = Tak Bagus

Dari paparan tersebut dikenal hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 36 yakni :
Terbaik 1 :
a. hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Pekan Legi)
b. hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)

Terbaik 2 :
a. hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)
b. hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)

Terbaik 3 :
a. hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)
b. hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Pekan Pon)

Sesudah menghitung penanggalan yang baik untuk pindah masyarakat jawa juga melaksanakan ritual-ritual baca doa dan memberikan sesajen, sesajen disini diistilahkan bukan untuk mahkluk mistis tetapi dibuat syarat untuk menjelang rumah .Sesaji yakni benda yang di siapkan pada suatu tempat tertentu dengan tujuan tertentu, misal untuk keselamatan dan sebagainya. Ritual yang dijalankan bisa disebut juga Tasyakuran untuk acara slup-slup an rumah atau menjelang rumah untuk kali pertama sebab akan ditempati. Untuk melakukannya umumnya orang jawa mempersiapakan nasi kotak untuk dibagikan tetangga terdekat. Kemudian umumnya dalam acara pindah rumah orang jawa akan mempersiakan tumpeng untuk selametan, tumpeng yakni syarat yang secara khusus untuk slametan pindah rumah, kemudian dilengkapi oleh jajanan pasar, bubur merah, dan bubur putih, menyiapkan masakan ayam yang baru saja disembelih.
Tak lupa pula orang jawa akan mempersiapkan Ubo rampe yang berupa tiker, lampu teplok dan kwali, juga bumbu- bumbu dan bahan masakan tertata sudah. Kemudian dibentuk dan dibereskan layak dengan adat jawa yakni : beras di usulan ke kwali penuh, dan bawang merah, bawang putih juga cabe , garam, gula dalam plastik yang berbeda kemudian dibereskan di atas kwali yang berisi beras tadi, dengan alas tiker pandan kecil dan lampu teplok yang di nyalakan serta kendi yang berisi air.

Syarat-syarat yang dijalankan memiliki makna supaya kedepan nya si pemakai rumah akan memperoleh rejeki yang terus dan tak pernah putus, dapur yang diibaratkan menerapkan kwali diinginkan supaya senantiasa ada yg di masak (sandang pangannya terpenuhi), lampu teplok menggambarkan supaya si empu rumah senantiasa dalam pikiran terang dan memperoleh rejeki dengan mudah, air simbol ke”adem”an, supaya rumah tersebut dalam kondisi tentram, bunga sebagai simbol supaya rumah tersebut memiliki nama harum di lingkungan. Air kendi yang sudah di persiapkan itu kemudian di tuang ke sebagian sisi ruang dan juga jalan masuk rumah atau pintu supaya rejeki nya lumintu dan rumah menjadi tempat paling menentramkan.
Tata meyeluruh Berdasarkan adat jawa bisa tergolong memegang orang jawa, yang mana dalam hal ini sebenarya melanggar hak manusia untuk memilih, tetapi dari resume yang ada di masyarakat jawa, masyarakat bebas untuk mengikatkan diri pada adat istiadat atau adat istiadat orang terdahulu.

  1. Watak Manusia Berdasarkan Hari Lahir
    Peredaran Hari Kelahiran

Ahad
Peredaran matahari,hatinya terang,tulus dalam semua hal untuk sanak saudara.keras budinya. cinta terhadap sesamanya.suci dan mahir berbincang-bincang,serta bisa menyuruh orang tua.

Senin
Peredaran bulan, bahagia pada kebenaran tulus cekatan dalam semua hal.bicaranya tak bisa di permainkan

Selasa
Peredaran api, bahagia berbohong, di benci orang apabila memiliki teman,pembosan dan pesat meninggalkan semua hal yang sedang di kerjakan.

Rabu
Peredaran bumi,kebaikanya kadang-kadang berlebihan,berkecukupan.apabila berbincang-bincang tegas,pendiam.jarang memikirkan hasilnya.

Kamis
Peredaran angin dan petir ,jodohnya kerap kali meninggal secara khusus dulu,bicaranya mengerikan,susah berteman batinya tak tulus,hatinya lekas panas,pemarah bahagia kebanggaan dan mudah di tipu dengan kata-kata halus

Jumat
Peredaran bintang,menyukai menasehati dan melarat,menyukai memberi,bahagia mencari kepandaian,wataknya halus menyukai terhadap sanak saudara,banyak teman yang mencintainya.

Sabtu
Peredaran air,kerap kali di musuhi orang di takuti,jarang berteman,mahir mencari penghidupan(berdagang)semua profesi mesti lantas dijalankan,(berprofesi keras)

Tinggalkan komentar